Alishba Panca Usaha
Panduan singkat

Sudah punya Instagram, masih perlu website?

Pertanyaan yang wajar, dan jawabannya bukan "media sosial tidak berguna". Media sosial bekerja sangat baik untuk satu pekerjaan, lalu berhenti tepat sebelum pekerjaan berikutnya. Halaman ini menjelaskan batas itu, lalu membantu Anda menentukan website seperti apa yang sebenarnya Anda butuhkan.

Jawaban singkatnya

Media sosial tugasnya menarik perhatian. Website tugasnya mengubah perhatian itu menjadi pemesanan. Keduanya tidak saling menggantikan, dan yang punya keduanya selalu unggul atas yang hanya punya salah satu.

Instagram itu lapak di pasar milik orang lain. Ramai, dan keramaian itu berharga. Tetapi jam bukanya ditentukan pemilik pasar, lapak sebelah Anda adalah pesaing Anda, dan bila suatu hari lapak itu ditutup, tidak ada yang bisa Anda lakukan. Website adalah ruko atas nama Anda sendiri.

Sembilan hal yang tidak bisa dikerjakan media sosial

Diurutkan dari yang paling cepat terasa di pemasukan.

01

Komisi yang tidak pernah berhenti

Tamu yang datang lewat agen perjalanan daring membawa potongan komisi di setiap pemesanan, umumnya belasan sampai dua puluh persen, dan potongan itu berlaku selamanya. Media sosial tidak memotong komisi, tetapi juga tidak menghentikannya, sebab calon tamu yang menemukan Anda di Instagram tetap memesan lewat agen karena di sanalah tombol pesannya berada.

Website dengan halaman tarif, ketersediaan, dan nomor yang langsung terhubung ke pengelola memindahkan pemesanan itu ke tangan Anda sendiri.

Coba hitung. Berapa pemesanan setahun, dikali tarif rata-rata, dikali persentase komisinya. Angka itu biasanya melampaui biaya website pada tahun pertama.
02

Orang yang mencari berbeda dengan orang yang sedang bersantai

Orang membuka TikTok untuk mengisi waktu, bukan untuk membeli. Orang yang mengetik "homestay Piaynemo" atau "pasang Starlink Waisai" di Google sedang punya niat, sedang memegang uang, dan sedang membandingkan pilihan.

Website menangkap orang jenis kedua. Media sosial hampir tidak pernah bisa, sebab di sana Andalah yang mendatangi orang, bukan orang yang mendatangi Anda.

03

Google tidak menampilkan isi Instagram

Unggahan media sosial nyaris tidak pernah muncul di hasil pencarian. Jadi ketika calon pelanggan mencari jenis usaha Anda, yang mereka temukan adalah pesaing, agen perjalanan, atau tidak ada apa pun.

Buktikan sendiri sekarang. Cari nama usaha Anda di Google lewat ponsel. Perhatikan apa yang muncul, dan yang lebih penting, apa yang tidak muncul.
04

Akun bisa hilang dalam semalam

Kena retas, kena laporan beramai-ramai, atau kena salah tafsir sistem otomatis. Tidak ada kantor yang bisa didatangi dan tidak ada kepastian pulih. Semua pengikut, semua foto, dan semua percakapan dengan calon tamu ikut hilang bersamanya.

Website yang domainnya terdaftar atas nama Anda tidak bisa diambil siapa pun.

05

Pengikut itu bukan milik Anda

Punya sepuluh ribu pengikut tidak berarti sepuluh ribu orang melihat unggahan Anda. Yang menentukan siapa melihat apa adalah algoritma platform, bukan pemilik akun, dan untuk menjangkau pengikut sendiri sering kali sekarang harus membayar iklan.

Artinya Anda membangun aset berharga di atas tanah yang sewanya bisa dinaikkan sepihak.

06

Kepercayaan saat uangnya besar

Orang yang akan mentransfer beberapa juta rupiah ke Papua Barat Daya untuk menginap tiga malam membutuhkan alasan untuk percaya. Alamat surel dengan nama domain sendiri, halaman legalitas, alamat kantor yang jelas, dan foto yang benar memberi alasan itu.

Untuk instansi dan pengadaan barang dan jasa, ini bahkan bukan lagi soal selera. Profil perusahaan, NIB, dan dokumen legalitas tidak mungkin dikirim lewat biografi Instagram.

07

Unggahan mati dalam dua hari, halaman bertahan bertahun-tahun

Unggahan media sosial praktis berhenti menjangkau orang setelah dua hari, lalu tenggelam. Satu halaman website yang ditulis dengan benar bisa terus mendatangkan calon pelanggan selama bertahun-tahun tanpa disentuh lagi.

Yang satu menuntut Anda bekerja terus supaya tetap terlihat. Yang lain dibayar sekali, lalu bekerja sendiri.

08

Informasi yang bisa dicari kembali

Tarif, paket, syarat pembatalan, cara sampai ke lokasi, jadwal kapal, dan pertanyaan yang sering ditanyakan. Di media sosial semua itu terkubur di unggahan enam bulan lalu atau di sorotan yang tidak bisa dicari, sehingga Anda menjawab pertanyaan yang sama setiap minggu.

Di website, semuanya menjadi satu tautan tetap yang bisa dikirim kapan saja kepada siapa saja.

09

Datanya milik Anda

Nomor WhatsApp dan alamat surel yang masuk lewat formulir website adalah daftar pelanggan yang bisa Anda hubungi lagi tanpa izin siapa pun, dan tetap ada walau akun media sosial Anda hilang besok.

Anda juga melihat halaman mana yang dibaca, dari mana pengunjung datang, dan di titik mana mereka berhenti. Itu keterangan yang tidak diberikan platform mana pun.

Media sosial itu untuk ditemukan. Website itu untuk dipercaya dan dipesan. Yang satu tidak menggantikan yang lain, tetapi hanya satu yang benar-benar milik Anda.

Keberatan yang paling sering muncul

"Biayanya mahal."

Bandingkan dengan komisi setahun pada alasan nomor satu, atau dengan satu sampai dua kali pemesanan. Setelah tayang, website bekerja tanpa dibayar lagi setiap bulan.

"Saya tidak bisa memperbarui sendiri."

Justru di situ bedanya. Media sosial menuntut Anda mengunggah terus, dan berhenti sebulan berarti hilang dari peredaran. Website tetap tampil di pencarian walau tidak disentuh. Setiap pekerjaan kami serahkan bersama panel pengelolaan berbahasa Indonesia dan pelatihan, dan bila Anda memilih tidak mengurusnya sendiri, kami yang merawat.

"Pengikut saya sudah banyak."

Bagus, bagian yang paling sulit sudah selesai. Pertanyaannya tinggal berapa dari mereka yang benar-benar menjadi pelanggan. Sekarang mereka berhenti di kolom pesan. Website adalah tempat mereka mendarat dan memesan, jadi ia tidak menggantikan media sosial Anda, melainkan membuatnya akhirnya menghasilkan.

"Saya sudah pakai Linktree."

Itu hanya daftar tautan, dan ia pun lapak sewaan. Tidak muncul di pencarian, tidak menceritakan usaha Anda, dan tidak menerima pemesanan.

Bagian kedua

Website yang seperti apa?

Setelah yakin perlu, pertanyaan berikutnya yang jauh lebih menentukan biaya dan lama pengerjaan adalah: website seperti apa. Dua pekerjaan yang sama-sama disebut "website profil" bisa berbeda berkali-kali lipat biayanya, dan yang membedakan adalah jawaban atas pertanyaan di bawah ini.

Isi seperlunya, tidak semuanya wajib. Jawaban Anda langsung masuk ke kami dan menjadi dasar penawaran, jadi angkanya sudah menyesuaikan kebutuhan Anda, bukan tebakan.

1. Tujuan
Apa satu hal yang paling ingin dicapai dari website ini? Menentukan halaman mana yang dibuat lebih dulu dan mana yang bisa menyusul.
Jawaban Anda menjadi ukuran keberhasilan yang kita sepakati bersama.
Siapa yang Anda bayangkan membukanya? Menentukan bahasa, ukuran berkas, dan seberapa ringan situsnya harus dibuat.
2. Isi
Halaman apa saja yang harus ada? Jumlah halaman adalah penentu biaya yang paling langsung.
Tulisan dan datanya sudah siap? Penyebab pekerjaan molor nomor satu adalah konten yang belum ada, bukan pemrogramannya.
Bagaimana dengan fotonya? Foto yang buruk merusak situs yang bagus, jadi ini dibicarakan sejak awal.
3. Fungsi
Apa yang harus bisa dilakukan pengunjung di sana? Membedakan situs yang sekadar dibaca dari situs yang bekerja, dan bedanya besar.
Siapa yang akan memperbarui isinya setelah jadi? Menentukan bentuk panel pengelolaan dan perlu tidaknya pelatihan.
4. Tampilan
Satu contoh nyata lebih jelas daripada sepuluh kata sifat seperti "modern" atau "elegan".
Sudah punya logo dan warna resmi? Kalau belum, penyusunannya kami masukkan ke dalam pekerjaan sejak awal.
5. Teknis dan keputusan
Sudah punya nama domain? Domain yang dipegang pihak lain sering baru ketahuan saat situs siap tayang, dan itu terlambat.
Tenggat nyata mengubah urutan pekerjaan, dan sebaiknya diketahui sebelum mulai.
Kisaran anggaran yang disiapkan? Bukan untuk menyesuaikan harga, melainkan untuk menyusun lingkup pekerjaan yang muat di dalamnya.
Siapa yang berwenang menyetujui pekerjaan ini? Supaya penawaran langsung disusun untuk orang yang memang memutuskan.
6. Supaya kami bisa menghubungi Anda

Kami membalas dalam 1 sampai 2 hari kerja. Jawaban Anda hanya dipakai untuk menyusun penawaran dan tidak dibagikan ke pihak lain.